Permenkes Air Minum menjadi salah satu rujukan penting untuk mengetahui standar kualitas air yang layak dikonsumsi di Indonesia. Saat ini, parameter kualitas air minum masih mengacu pada Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.
Namun, terdapat perubahan regulasi yang perlu diperhatikan. Per Oktober 2026, sebagian ketentuan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 telah dicabut melalui Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Penyakit.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta menghapus standar parameter kualitas air minum. Beberapa pasal dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 beserta Lampirannya tetap dipertahankan. Karena standar baku mutu air minum tercantum di dalam Lampiran tersebut, parameter kualitas air minum masih dapat merujuk pada ketentuan tersebut.
Lantas, seperti apa status Permenkes Air Minum saat ini, bagian mana yang mengalami perubahan, dan berapa standar parameter air minum yang perlu diperhatikan?
Apa Permenkes Air Minum yang Berlaku Saat Ini?
Jika mencari Permenkes Air Minum, salah satu regulasi utama yang perlu diketahui adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Permenkes ini ditetapkan pada 4 Januari 2023 dan mulai berlaku pada 12 Januari 2023. Salah satu materi penting di dalamnya adalah Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan atau SBMKL, termasuk untuk media air minum.
Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 juga menggantikan sejumlah regulasi sebelumnya yang berkaitan dengan kualitas dan pengawasan air minum. Salah satunya adalah Permenkes Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Artinya, Permenkes 492 Tahun 2010 tidak lagi menjadi regulasi yang berlaku sebagai acuan utama kualitas air minum setelah diterbitkannya Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Namun, pada 2026 terdapat perkembangan regulasi baru yang perlu dipahami agar tidak salah dalam membaca status Permenkes Air Minum tersebut.
Baca juga: 9 Tantangan Bisnis Pabrik AMDK (Air Minum dalam Kemasan)
Apakah Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 Masih Berlaku?
Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 masih berlaku sebagian. Pada 2026, pemerintah menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Penyakit. Melalui peraturan tersebut, sebagian besar ketentuan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dicabut.
Perubahan ini secara spesifik dapat ditemukan pada Pasal 99 huruf dd Permenkes Nomor 3 Tahun 2026. Dalam ketentuan tersebut, Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, kecuali:
- Pasal 12
- Pasal 21
- Pasal 23
- Pasal 29
- Pasal 32
- Pasal 39
- Pasal 45
- beserta Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023
Poin terakhir menjadi sangat penting ketika membahas Permenkes Air Minum. Standar baku mutu serta parameter wajib kualitas air minum berada dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Karena Lampiran secara eksplisit termasuk bagian yang dikecualikan dari pencabutan, standar parameter tersebut tetap dapat digunakan sebagai rujukan.
Dengan kata lain, perubahan pada 2026 lebih tepat dipahami sebagai perubahan terhadap sebagian dasar dan mekanisme pengaturannya, bukan penghapusan tabel standar kualitas air minum yang terdapat dalam Lampiran.
Baca juga: Ingin Bangun Pabrik AMDK? Pahami Dulu Regulasi Pabrik Air Minum Ini!
Apa yang Berubah dari Permenkes Air Minum pada 2026?
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran secara garis besarnya.
| Ketentuan | Status Per Oktober 2026 |
|---|---|
| Permenkes No. 2 Tahun 2023 | Dicabut sebagian |
| Lampiran Permenkes No. 2 Tahun 2023 | Tetap berlaku |
| Parameter wajib kualitas air minum | Tetap mengacu pada Lampiran |
| Pasal 12, 21, 23, 29, 32, 39, dan 45 | Tetap berlaku |
| Ketentuan lain Permenkes 2/2023 yang tidak dikecualikan | Dicabut |
| Permenkes No. 3 Tahun 2026 | Berlaku |
Salah satu perubahan yang cukup relevan dengan air minum berkaitan dengan pengawasan kualitas air. Sebelumnya, mekanisme pengawasan kualitas air antara lain diatur dalam Pasal 20 Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Pasal tersebut tidak termasuk dalam daftar pasal yang dipertahankan pada 2026.
Ketentuan mengenai pengawasan kualitas media lingkungan kemudian dapat ditemukan antara lain dalam Pasal 59 dan Pasal 60 Permenkes Nomor 3 Tahun 2026. Pasal 59 antara lain mengatur pengawasan kualitas media lingkungan secara eksternal, sedangkan Pasal 60 berkaitan dengan pengawasan kualitas air minum secara internal serta rencana pengamanan air minum.
Jadi, ketika membaca Permenkes Air Minum saat ini, perlu dibedakan antara:
- standar parameter kualitas air minum, yang masih terdapat dalam Lampiran Permenkes No. 2 Tahun 2023; dan
- mekanisme pengawasan tertentu, yang telah mengalami perubahan melalui Permenkes No. 3 Tahun 2026.
Berapa Parameter Wajib Air Minum Menurut Permenkes?
Dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 terdapat 19 parameter wajib air minum. Parameter tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu:
- parameter mikrobiologi,
- parameter fisik, dan
- parameter kimia.
Berikut standar parameter wajib air minum yang tercantum dalam Lampiran Permenkes Air Minum tersebut.
| No. | Parameter | Kadar Maksimum yang Diperbolehkan | Satuan |
|---|---|---|---|
| 1 | Escherichia coli | 0 | CFU/100 ml |
| 2 | Total Coliform | 0 | CFU/100 ml |
| 3 | Suhu | Suhu udara ±3 | °C |
| 4 | Total Dissolved Solid (TDS) | <300 | mg/L |
| 5 | Kekeruhan | <3 | NTU |
| 6 | Warna | 10 | TCU |
| 7 | Bau | Tidak berbau | – |
| 8 | pH | 6,5–8,5 | – |
| 9 | Nitrat sebagai NO3 terlarut | 20 | mg/L |
| 10 | Nitrit sebagai NO2 terlarut | 3 | mg/L |
| 11 | Kromium valensi 6 (Cr6+) terlarut | 0,01 | mg/L |
| 12 | Besi (Fe) terlarut | 0,2 | mg/L |
| 13 | Mangan (Mn) terlarut | 0,1 | mg/L |
| 14 | Sisa khlor terlarut | 0,2–0,5 dengan waktu kontak 30 menit | mg/L |
| 15 | Arsen (As) terlarut | 0,01 | mg/L |
| 16 | Kadmium (Cd) terlarut | 0,003 | mg/L |
| 17 | Timbal (Pb) terlarut | 0,01 | mg/L |
| 18 | Fluorida (F) terlarut | 1,5 | mg/L |
| 19 | Aluminium (Al) terlarut | 0,2 | mg/L |
Parameter wajib tersebut menunjukkan bahwa kualitas air minum tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kejernihan atau rasa. Air juga perlu memenuhi parameter mikrobiologi dan kimia yang tidak selalu dapat diketahui tanpa pemeriksaan.
Baca juga: Strategi Segmenting, Targeting, Positioning Pabrik AMDK
Parameter Mikrobiologi Air Minum
Dalam Permenkes Air Minum, terdapat dua parameter wajib yang masuk kelompok mikrobiologi, yaitu Escherichia coli atau E. coli dan Total Coliform. Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk keduanya adalah 0 CFU/100 ml.
Keberadaan mikroorganisme tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas air. Karena itu, air yang terlihat bening dan tidak berbau belum tentu memenuhi seluruh persyaratan apabila belum dilakukan pengujian. Pemeriksaan melalui laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui kondisi mikrobiologi air secara lebih akurat.
Parameter Fisik Air Minum
Parameter fisik berdasarkan Permenkes mencakup:
- suhu,
- Total Dissolved Solid atau TDS,
- kekeruhan,
- warna, dan
- bau.
Salah satu parameter yang sering menjadi perhatian adalah TDS air minum, dengan standar kurang dari 300 mg/L. Sementara itu, batas kekeruhan ditetapkan kurang dari 3 NTU dan warna sebesar 10 TCU. Air minum juga disyaratkan tidak berbau. Meskipun parameter fisik relatif lebih mudah diamati, pemeriksaan menggunakan metode pengujian yang sesuai tetap diperlukan untuk mengetahui nilainya.
Parameter Kimia Air Minum
Kelompok berikutnya adalah parameter kimia. Salah satu parameter yang paling sering dicari adalah standar pH air minum menurut Permenkes. Berdasarkan Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, standar pH berada dalam rentang 6,5 sampai 8,5. Selain pH, terdapat parameter kimia lainnya seperti:
- nitrat,
- nitrit,
- kromium valensi 6,
- besi,
- mangan,
- sisa khlor,
- arsen,
- kadmium,
- timbal,
- fluorida, dan
- aluminium.
Masing-masing mempunyai kadar maksimum yang berbeda. Karena itu, hasil TDS atau pH yang sesuai saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa air telah memenuhi seluruh standar kualitas air minum.
Standar Air Minum Menurut Permenkes
Beberapa parameter yang paling sering digunakan sebagai referensi awal dapat dilihat pada tabel berikut.
| Parameter | Standar |
|---|---|
| E. coli | 0 CFU/100 ml |
| Total Coliform | 0 CFU/100 ml |
| TDS | <300 mg/L |
| Kekeruhan | <3 NTU |
| Warna | 10 TCU |
| pH | 6,5–8,5 |
| Bau | Tidak berbau |
Meski demikian, tabel tersebut hanya ringkasan. Pengujian kualitas air tetap perlu memperhatikan keseluruhan parameter yang relevan sesuai regulasi dan karakteristik sumber air.
Apakah Ada Parameter Khusus Selain 19 Parameter Wajib?
Ya. Selain parameter wajib, Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 juga mengatur mengenai parameter khusus. Parameter khusus dapat ditetapkan berdasarkan kondisi geohidrologi serta aktivitas lingkungan di suatu wilayah.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kegiatan seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, pertambangan, minyak dan gas, maupun aktivitas lain yang berpotensi memengaruhi kualitas sumber air.
Parameter khusus dapat mencakup zat seperti amoniak, fosfat, benzena, toluen, aldrin, dieldrin, hidrokarbon poliaromatis atau PAH, dan parameter lainnya sesuai kondisi wilayah.
Oleh karena itu, parameter khusus tidak sebaiknya digabungkan dengan 19 parameter wajib seolah-olah seluruhnya wajib diperiksa pada setiap kondisi.
Apakah Permenkes 492 Tahun 2010 Masih Berlaku?
Tidak. Permenkes Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum telah dicabut oleh Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 juga mencabut Permenkes Nomor 736/Menkes/PER/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum. Penggunaan Permenkes 492 Tahun 2010 sebagai regulasi kualitas air minum yang masih berlaku perlu diperbarui.
Meskipun pada 2026 Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 kemudian dicabut sebagian, ketentuan tersebut tidak otomatis membuat Permenkes 492 Tahun 2010 berlaku kembali. Untuk standar parameter kualitas air minum, rujukan tetap terdapat dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 yang dipertahankan melalui pengecualian dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2026.
Apa Artinya Permenkes Air Minum bagi Bisnis AMDK?
Bagi pelaku usaha Air Minum Dalam Kemasan atau AMDK, pemahaman mengenai Permenkes Air Minum penting terutama dalam menilai dan mempersiapkan kualitas sumber air yang akan digunakan. Sebelum menentukan sistem pengolahan, karakteristik sumber air sebaiknya terlebih dahulu diketahui melalui pengujian.
Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan proses seperti filtrasi, sedimentasi, aerasi, dekontaminasi, disinfeksi, maupun teknologi pengolahan lainnya. Namun, pelaku usaha perlu memahami bahwa Permenkes Air Minum bukan satu-satunya regulasi yang harus diperhatikan untuk menjalankan pabrik AMDK.
AMDK merupakan produk pangan olahan sehingga terdapat regulasi dan standar lain yang berkaitan dengan SNI, registrasi produk, proses produksi, fasilitas, pengujian mutu, kemasan, hingga ketentuan lain sesuai jenis produk yang akan dipasarkan.
Karena itu, persiapan pabrik AMDK perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya memastikan nilai pH atau TDS air.
Baca juga: Lokasi Ideal Pabrik AMDK, Seperti Apa? Ini 7 Syaratnya!
Persiapkan Pabrik AMDK Sesuai Standar yang Berlaku
Memahami Permenkes Air Minum menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui parameter kualitas air yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan usaha AMDK. Namun, setiap sumber air mempunyai karakteristik yang berbeda. Sistem pengolahan, kapasitas produksi, konfigurasi mesin, fasilitas produksi, hingga persyaratan yang perlu dipersiapkan dapat berbeda antara satu pabrik dengan pabrik lainnya.
TANINDO dapat membantu calon pelaku usaha dalam merencanakan kebutuhan pembangunan pabrik AMDK, mulai dari konsultasi awal, perencanaan sistem pengolahan dan produksi, hingga kebutuhan mesin serta fasilitas pendukung.
Dengan perencanaan sejak awal, kebutuhan teknis dapat disesuaikan dengan karakteristik sumber air, target kapasitas produksi, dan jenis produk yang akan dikembangkan. Hubungi tim TANINDO untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan pembangunan pabrik AMDK Anda.
FAQ Permenkes Air Minum
Apa Permenkes Air Minum terbaru?
Standar parameter kualitas air minum saat ini masih terdapat dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Pada 2026, Permenkes tersebut dicabut sebagian melalui Permenkes Nomor 3 Tahun 2026, tetapi Lampiran termasuk bagian yang secara eksplisit dipertahankan.
Apa perubahan Permenkes Air Minum pada 2026?
Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 melalui Pasal 99 huruf dd mencabut sebagian Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Pasal 12, 21, 23, 29, 32, 39, dan 45 beserta Lampiran dikecualikan dari pencabutan tersebut.
Apakah standar kualitas air dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023 masih berlaku?
Parameter kualitas air minum terdapat dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Lampiran tersebut termasuk bagian yang dipertahankan setelah diterbitkannya Permenkes Nomor 3 Tahun 2026.
Standar pH air minum yang tercantum dalam Lampiran Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 adalah 6,5 sampai 8,5.
Kadar Total Dissolved Solid atau TDS yang tercantum dalam parameter wajib air minum adalah kurang dari 300 mg/L.
Berapa jumlah parameter wajib air minum?
Terdapat 19 parameter wajib air minum yang meliputi kelompok mikrobiologi, fisik, dan kimia.
Apakah Permenkes 492 Tahun 2010 masih berlaku?
Tidak. Permenkes Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010 telah dicabut melalui Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.
Di mana perubahan aturan pengawasan air minum pada 2026?
Pasal 20 Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tidak termasuk dalam ketentuan yang dipertahankan. Pengaturan mengenai pengawasan kualitas media lingkungan dan air minum dapat ditemukan antara lain dalam Pasal 59 dan Pasal 60 Permenkes Nomor 3 Tahun 2026.









