Sekilas Pengetahuan Tentang Membrane Ultrafiltrasi

Selain Reverse Osmosis, Membrane Ultrafiltrasi merupakan Membrane Filtrasi. Kinerja dari Membrane bisa di lihat dari parameter aliran yang melalui Membrane atau biasa di sebut Fluks dan dari parameter selektifitas.

Jadi apa yang di maksud dengan Membrane Ultrafiltrasi?

Membrane Ultrafiltrasi ialah suatu proses yang memisahkan dan menahan komponen yang memiliki berat molekul tinggi (Makro Molekul, Protein, Polisakarida).

Proses dalam pemisahan yang terjadi di dalam modul Ultrafiltrasi itu secara Cross Flow, yang mana umpan itu mengalir mengikuti permukaan Membrane secara tangesial.

Membrane Ultrafiltrasi ini sendiri dapat di golongkan dan termasuk berpori, namun memang dari segi strukturnya itu lebih asimetris dibandingkan dengan Membrane Mikrofiltrasi.

 Membrane Ultrafiltrasi

Proses ini pun bisa berbentuk tubular, Plate and Frame, dan juga Spiral-Wound. Rata rata Membrane UF ini yang komersial terbuat dari Polimer yaitu:

  • Cellulosics
  • Polyacrilonitril
  • Polytheretherketone
  • Poly (Vinylidene Flouride)
  • Polysulfone / Poly( Ether )Sulfone / Sulfonated Polysulfune
  • Aliphatic Polyamides

Namun jika selain dari Polimer, Membrane UF ini juga bisa terbuat dari bahan bahan yang anorganik seperti AI203, Zirconia dan juga keramik.

Fungsi utama dari Membrane UF ini sendiri yaitu untuk menyaring secara keseluruhan Total Suspended Solid (TSS). Kemampuan dari Membrane UF ini pun tidak main main, sebanyak 99% Membrane UF dapat menyaring Total Suspended Solid jika memang di apkilasikan secara benar dari setiap desainnya.

Selain untuk menggantikan Clarifier tempat / alat yang berfungsi untuk menjernihkan air baku yang semulanya keruh, Membrane UF ini juga cukup banyak di gunakan sebelum menggunakan sistem Reverse Osmosis.

Nah selain Membrane UF, ada juga Membrane Reverse Osmosis. Dalam proses pemisahan cair cair, Membrane RO ialah merupakan Membrane yang paling rapat. Osmosis merupakan sebuah proses yang mana pelarut pindah dari yang semula berada di larutan yang berkonsentrasi rendah menuju ke larutan yang berkonsentrasi tinggi.

Selain itu, ada 3 faktor yang mempengaruhi proses pemisahan kinerja dari Membrane itu sendiri yaitu sebagai berikut:

  • Faktor Laju Umpan

Laju alir yang cukup besar akan membuat fouling dan Membrane terjadi pencegahan. Akan tetapi memang di butuhkan energi yang semakin besar guna mengalirkan umpan. Karena laju permeat itu secara langsung akan meningkat jika semakin tinggi laju dari air umpannya.

  • Faktor Tekanan Operasi

Laju permeat akan secara langsung menjadi sebanding dengan tekanan tekanan operasi yang digunakan untuk permukaan Membrane. Seperti yang telah di ketahui, semakin tinggi dari tekanan operasi, akan semakin tinggi pula permeatnya.

  • Faktor Temperatur Operasi

Laju permeat akan semakin meningkat jika terjadi peningkatan dari temperatur. Akan tetapi memang temperatur tersebut bukan di kategorikan sebagai variabel yang di kontrol. Karena hal ini perlu untuk di ketahui agar sewaktu waktu dapat mencegah  dari terjadinya Fluks yang dihasilkan oleh sebab penurunan temperatur operasi.

Membrane Ultrafiltrasi Dapat di Gunakan Untuk Menghilangkan Makromolekul dan Partikulat dari Air Baku Untuk Dapat Dijadikan Air Minum

Membrane Ultrafiltrasi ini berfungsi untuk mendaur ulang aliran atau dapat juga berfungsi untuk menambah nilai pada produk selanjutnya. Selain dialisis darah, ada banyak industri industri manufaktur seperti famasi kimia, pengolahan air limbah, dan juga pengolahan makanan dan minuman.

Proses Ultrafiltrasi memang saat ini lebih di rekomendasikan dibandingkan dengan metode metode pengobatan yang bersifat tradisional.

Pengembangan teknologi dan terobosan besar terhitung pada akhir tahun 1950-an. Adanya pengingkatan akan kebutuhan dari Ultrafiltrasi dalam penggunaan Membrane ke dalam aplikasi air  ini memang di sebabkan oleh beberpa faktor yang diantaranya ialah peraturan yang di berikan oleh pemerintah tentang untuk memberikan kualitas air yang jauh lebih baik, meningkatnya demand atau permintaan air yang berkualitas, serta faktor faktor lainnya.

Ultrafiltrasi ini sendiri memiliki beberapa tipe material dasar dan penyaringan. Berikut ini adalah tipe tipenya:

  • Tipe Pengaplikasi Dead End Flow Ultrafiltration

Tipe ini biasanya di gunakan oleh para ahli pada saat pengguna memiliki keterbatasan akan sumber daya air. Tipe ini berfungsi untuk melakukan penghematan.

Namun tipe ini pun tentunya memiliki kekurangan, yaitu Membrane UF nya akan terjadi penumpukan yan di sebabkan oleh kotoran dan tersumbat secara lebih cepat.

Yang mana hal ini membutuhkan Backwash dan Flushing yang harus di lakukan secara lebih intensif.

  • Tipe Pengaplikasi Cross Flow Ultrafiltration

Saat ini tipe Cross Flow Ultrafiltration ini sudah banyak di gunakan. Yang mana aliran air itu sendiri di lewatkan secara menyamping Membrane Semipermeable.

Sehingga penumpukan penumpukan dari kotoran dapat di minimalisir. Sama seperti tipe sebelumnya, tipe ini juga memiliki kekurangan yaitu kapasitas dari produksi per unit Membrane Ultrafiltrasi ini akan semakin rendah dan juga mengakibatkan terjadinya oemborosan air yang terhitung cukup tinggi jika di bandingkan dengan tipe pengaplikasi Dead End Flow Ultrafiltration.

Untuk tipe ini sendiri sangat di rekomendasikan untuk di gunakan di kondisi air yang banyak mengandung Total Suspended Solid dan Koloid yang tinggi.

Keuntungan Dari Membrane Ultrafiltrasi

Jika dibandingkan dengan metode metode lainnya, keuntungan dari Membrane Ultrafiltrasi ini sendiri ialah pemasangan alat yang terhitung relatif cukup mudah, kemudahan untuk merawat dan membersihkan alatnya, dan jumlah produk yang dihasilkan pun cukup tinggi.

Jika pada industri makanan ataupun industri famasi penggunaan dari Ultrafiltrasi memang sudah sangat umum dan telah lama di gunakan, namun jika untuk aplikasi air minum di perkotaan teknologi Ultrafiltrasi merupakan suatu hal yang cukup baru.

Ultrafiltasi ini sendiri telah di gunakan pula secara luas pada indutrsi indutrsi susu, terlebih dalam pemrosesan Whey keju agar mendapatkan permeat kaya Laktosa dan Whey Protein Consentract (WPC) atau konsentrat Protein Whey.

Produk dari metode ini juga memiliki aplikasi yang terbatas dikarenakan oleh teksturnya yang tidak dapat larut dan bersifat butiran.

Whey keju ini juga di dalamnya mengandung kalsium Fosfat dalam konsentrasi yang tinggi. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan timbunan dari endapan di permukaan Membrane.

Jika di bandingkan dengan proses yang konvensional,  Ultrafiltasi merupakan sebuah solusi yang cukup kompetitif.

Membrane Ultrafiltasi sendiri dapat terbuat dari bahan organik maupun bahan anorganik seperti yang telah di sebutkan di atas.

Ultrafiltrasi ialah operasi yang bertekanan rendah yang terjadi pada tekanan Transmembrane. Biasanya 0,5 sampai dengan 5 bar.

Membrane UF bisa di buat dasarnya menjadi salah satu dari dua bentu, yaitu: lembaran yang berbentuk datar dan lembaran yang berbentuk tabung.

Berikut ini adalah keuntungan dalam menggunakan Ultrafiltasi:

  • Di bandingan dengan Clarifier yang konvensional, UF ini dapat menggunakan ruangan yang tidak terlalu besar.
  • Dapat menyaring Film Forming yang terdapat pada air sebelum di lakukakan pengolahan lebih lanjut yang dilakukan oleh sistem Reserve Osmosis.
  • Dapat menyaring bakteri yang tahan oleh Chlorine seperti contohnya Cryptosporidium maupun bakteri bakteri yang lainnya.
  • Dapat dengan mudahnya memfilter konsentrat dalam pengolahan air air limbah.

***

Sekian tulisan tentang Membrane Ultrafiltrasi. Terimakasih telah membaca sampai akhir