Sindang Jaya, Kec. Ps. Kemis,

Tangerang, Banten 15560

021-597-122-22

Phone

082-117-575-575

Whatsapp

39% Sarana Produksi AMDK Belum Memenuhi Ketentuan, Apa yang Harus Dibenahi?

Home > Blog

Sarana produksi AMDK memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan konsistensi mutu air minum yang beredar di masyarakat. Namun, hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan menunjukkan masih terdapat sarana produksi yang belum memenuhi ketentuan.

Dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada Juni 2026, BPOM menyampaikan bahwa 39% sarana produksi Air Minum Dalam Kemasan atau AMDK yang diperiksa ditemukan belum memenuhi ketentuan. Permasalahan utamanya berkaitan dengan higiene, sanitasi, dan pengendalian mutu.

Temuan ini perlu menjadi perhatian bagi pemilik pabrik. Perbaikan tidak cukup hanya dilakukan saat akan menghadapi pemeriksaan. Seluruh fasilitas dan proses produksi harus dijaga secara konsisten agar produk tetap aman serta sesuai standar.

Mengapa Sarana Produksi AMDK Penting?

Sarana produksi AMDK mencakup bangunan, ruangan, mesin, peralatan, fasilitas sanitasi, laboratorium, gudang, hingga sistem pendukung yang digunakan selama proses produksi.

Kondisi fasilitas yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Misalnya, alur keluar masuk pekerja yang tidak teratur dapat membawa kotoran ke area pengisian. Begitu juga dengan mesin yang tidak dibersihkan dan dirawat secara rutin.

Pabrik AMDK perlu menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik atau CPPOB. Tata cara penerbitan izin penerapan CPPOB saat ini diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2021.

Informasi lebih lanjut mengenai penerapannya dapat dibaca dalam artikel Good Manufacturing Practice pabrik AMDK.

Apa yang Harus Dibenahi dalam Standar Sarana Produksi AMDK?

Pabrik AMDK
Gambar di atas hanya sebagai ilustrasi pabrik AMDK

Setiap pabrik dapat memiliki temuan yang berbeda. Namun, beberapa bagian berikut perlu menjadi prioritas ketika melakukan evaluasi sarana produksi AMDK.

1. Kebersihan Area Produksi

Area produksi harus dibersihkan secara rutin berdasarkan jadwal dan prosedur yang jelas. Pembersihan tidak hanya dilakukan pada lantai, tetapi juga dinding, langit-langit, saluran air, meja kerja, dan permukaan yang berdekatan dengan produk.

Pabrik juga perlu memisahkan area kotor dan area bersih. Jalur bahan baku, kemasan, pekerja, serta produk jadi sebaiknya diatur agar tidak saling bersinggungan dan menimbulkan kontaminasi silang.

Hasil pembersihan perlu dicatat. Dokumentasi ini membantu perusahaan memastikan kegiatan sanitasi benar-benar dilaksanakan, bukan hanya menjadi prosedur tertulis.

2. Fasilitas Higiene Karyawan

Karyawan dapat menjadi salah satu sumber kontaminasi apabila tidak menjalankan prosedur higiene dengan benar. Oleh karena itu, pabrik perlu menyediakan tempat cuci tangan, sabun, pengering tangan, pakaian kerja, penutup kepala, masker, dan perlengkapan lain sesuai kebutuhan.

Pekerja juga harus memahami kapan harus mencuci tangan, bagaimana memasuki area produksi, serta barang apa saja yang tidak boleh dibawa ke dalam ruangan.

Pelatihan tidak cukup dilakukan satu kali. Perusahaan perlu mengadakan penyegaran secara berkala dan mengawasi penerapannya dalam kegiatan sehari-hari.

3. Kondisi Mesin dan Peralatan

Mesin produksi harus memiliki permukaan yang mudah dibersihkan dan tidak menjadi sumber kontaminasi. Peralatan yang bersentuhan langsung dengan air maupun kemasan perlu diperiksa secara rutin.

Pemeliharaan sebaiknya dilakukan sebelum mesin mengalami kerusakan. Jadwal perawatan, penggantian komponen, pembersihan, dan hasil pemeriksaan perlu dicatat agar kondisinya dapat ditelusuri.

Proses produksi AMDK meliputi penyaringan, desinfeksi, pembersihan kemasan, pengisian, penutupan, pemeriksaan produk, pelabelan, pengepakan, hingga penyimpanan. Setiap tahapan memiliki risiko yang perlu dikendalikan.

4. Pengendalian Kualitas Air

Kualitas air tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tampilan yang jernih. Pabrik perlu melakukan pengujian terhadap parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi sesuai kebutuhan serta standar produknya.

Pemantauan sebaiknya dilakukan mulai dari air baku, air setelah pengolahan, hingga produk dalam kemasan. Jika ditemukan hasil yang tidak sesuai, produk tidak boleh langsung diedarkan sebelum penyebabnya diketahui dan ditangani.

Selain hasil pengujian, perusahaan perlu menyimpan catatan mengenai nomor batch, waktu produksi, operator, mesin yang digunakan, dan hasil pemeriksaan. Data tersebut penting apabila suatu produk perlu ditelusuri kembali.

5. Kelengkapan Laboratorium

Laboratorium bukan sekadar ruangan pelengkap. Fasilitas ini digunakan untuk memastikan proses pengolahan dan produk akhir tetap berada dalam batas mutu yang ditentukan.

Laboratorium pabrik AMDK perlu didukung oleh peralatan yang sesuai, tenaga kompeten, SOP pengujian, ruang yang memadai, kondisi steril, serta sistem keamanan yang baik.

Peralatan ukur juga perlu diperiksa dan dikalibrasi secara berkala. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca melalui artikel persyaratan laboratorium pabrik air minum kemasan.

6. Pencegahan Hama

Celah pada pintu, jendela, atap, dan saluran pembuangan dapat menjadi akses masuk bagi serangga atau hewan pengganggu. Karena itu, bangunan perlu diperiksa secara menyeluruh.

Program pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara terjadwal. Pabrik juga perlu mencatat lokasi perangkap, hasil pemeriksaan, jenis hama yang ditemukan, serta tindakan perbaikan yang sudah dilakukan.

Bahan pengendali hama tidak boleh disimpan sembarangan, terutama di dekat bahan kemasan atau area produksi.

7. Penyimpanan Bahan dan Produk

Bahan kemasan, tutup botol, label, kardus, serta produk jadi perlu disimpan di tempat yang bersih, kering, dan terlindungi. Barang tidak sebaiknya diletakkan langsung di atas lantai atau terlalu dekat dengan dinding.

Pabrik juga perlu menerapkan sistem rotasi persediaan agar bahan yang lebih dahulu masuk dapat digunakan lebih dahulu. Produk yang ditolak, rusak, atau masih menunggu hasil pemeriksaan harus dipisahkan dan diberi identitas yang jelas.

8. Dokumentasi dan Audit Internal

Banyak masalah terjadi bukan karena perusahaan tidak memiliki SOP, tetapi karena prosedurnya tidak dijalankan atau tidak memiliki bukti pelaksanaan.

Dokumen yang perlu dikendalikan antara lain catatan sanitasi, hasil pengujian, perawatan mesin, kalibrasi alat, penerimaan bahan kemasan, pelatihan karyawan, dan pemeriksaan produk akhir.

Audit internal dapat membantu menemukan kekurangan lebih awal. Setiap temuan harus dicatat, dicari penyebabnya, kemudian dilengkapi dengan tindakan perbaikan dan pencegahan.

Lakukan Evaluasi Secara Menyeluruh

Temuan bahwa 39% sarana produksi AMDK belum memenuhi ketentuan menunjukkan bahwa kualitas produk tidak hanya bergantung pada teknologi pengolahan air. Kebersihan fasilitas, kedisiplinan pekerja, kondisi mesin, laboratorium, serta dokumentasi juga menentukan keamanan produk.

Evaluasi sebaiknya dilakukan terhadap seluruh alur produksi, mulai dari penerimaan air baku hingga produk masuk ke gudang. Jangan menunggu pemeriksaan resmi untuk mulai melakukan perbaikan.

PT Tanindo Anugerah Nusantara menyediakan layanan konsultan pabrik air minum dalam kemasan untuk membantu perencanaan layout, pemilihan mesin, sistem pengolahan air, perizinan, dan persiapan operasional pabrik.

Hubungi Tanindo untuk mendiskusikan pembangunan maupun evaluasi fasilitas produksi AMDK sesuai kebutuhan perusahaan Anda.

WhatsApp +6282117575575

FAQ

Apa yang Dimaksud Sarana Produksi AMDK?

Sarana produksi AMDK adalah seluruh fasilitas yang digunakan dalam kegiatan produksi, seperti bangunan, ruangan, mesin, laboratorium, fasilitas sanitasi, gudang, dan sistem pendukung lainnya.

Mengapa Higiene Karyawan Harus Diawasi?

Higiene karyawan perlu diawasi karena pekerja dapat membawa debu, kotoran, atau mikroorganisme ke area produksi apabila tidak mengikuti prosedur kebersihan.

Apakah Pabrik AMDK Wajib Memiliki Laboratorium?

Pabrik AMDK memerlukan fasilitas pengujian untuk memantau kualitas air baku, proses pengolahan, dan produk akhir sesuai standar yang berlaku.

Seberapa Sering Audit Internal Dilakukan?

Frekuensi audit dapat disesuaikan dengan kondisi dan risiko pabrik. Namun, audit sebaiknya dilakukan secara berkala serta ketika terjadi perubahan mesin, layout, proses, atau standar.

Apa yang Dilakukan Jika Ada Temuan?

Perusahaan perlu mencatat temuan, mencari akar penyebab, melakukan perbaikan, dan memastikan masalah yang sama tidak kembali terjadi.

Rate this post
Previous Post
Next Post

Layanan Tanindo

Produk Tanindo

Most Recent Posts

Category

Tags

PT Tanindo Anugerah Nusantara merupakan Perusahaan yang bergerak dalam bidang Pengolahan air, baik Desain, pengadaan maupun instalasi.

021-597-122-22

Phone

PT. Tanindo Anugerah Nusantara

Jl. Wanakerta no 14P, Kawaron girang, Sindang Jaya, Kec. Ps. Kemis, Tangerang, Banten 15560

© 2024 PT. Tanindo Anugerah Nusantara. All Rights Reserved.