Standar SNI AMDK 2023 membagi Air Minum Dalam Kemasan ke dalam beberapa kategori produk. Pembagian tersebut penting karena setiap jenis air memiliki karakteristik, sumber, kandungan mineral, proses pengolahan, dan persyaratan mutu yang berbeda.
Pelaku usaha tidak dapat menentukan jenis produknya hanya berdasarkan nama merek atau strategi pemasaran. Kategori produk harus sesuai dengan kondisi air, teknologi yang digunakan, hasil pengujian, serta standar yang berlaku.
Saat ini terdapat lima jenis AMDK yang masuk dalam pemberlakuan SNI wajib, yaitu air mineral, air demineral, air mineral alami, air minum embun, dan air minum pH tinggi. Kelima kategori tersebut diatur melalui Permenperin Nomor 62 Tahun 2024.
Memahami Standar SNI AMDK 2023
Istilah standar SNI AMDK 2023 sering digunakan karena tiga standar utama diperbarui pada tahun 2023. Ketiganya adalah SNI 3553:2023 untuk air mineral, SNI 6241:2023 untuk air demineral, dan SNI 6242:2023 untuk air mineral alami.
Sementara itu, dua kategori lainnya masih menggunakan SNI tahun 2021, yaitu SNI 7812:2021 untuk air minum embun dan SNI 8982:2021 untuk air minum pH tinggi. Seluruh standar tersebut berstatus berlaku dalam katalog Badan Standardisasi Nasional.
Mengapa Standar SNI AMDK Berbeda?
Perbedaan standar diperlukan karena istilah “air minum kemasan” mencakup produk dengan karakteristik yang tidak sama. Ada produk yang mempertahankan mineral alami, ada yang sebagian besar mineralnya dihilangkan, dan ada pula yang diperoleh melalui proses kondensasi uap air.
Perbedaan kategori tersebut berpengaruh terhadap:
- Pemilihan sumber air.
- Teknologi pengolahan.
- Parameter pengujian.
- Peralatan produksi.
- Informasi pada label.
- Dokumen sertifikasi.
- Pengendalian mutu produk.
Karena itu, jenis produk perlu ditentukan sebelum perusahaan memilih mesin dan menyusun alur produksi. Gambaran umum mengenai kategori air kemasan juga dapat dibaca dalam artikel macam-macam air mineral kemasan.
Lima Jenis AMDK
Berikut perbedaan lima jenis air minum kemasan berdasarkan standar yang berlaku.
1. Air Mineral
View this post on Instagram
Air mineral merupakan kategori AMDK yang paling umum dijumpai di pasaran. Produk ini mengandung mineral dalam jumlah tertentu dan harus memenuhi persyaratan mutu dalam SNI 3553:2023.
BSN menetapkan SNI 3553:2023 dengan judul standar “Air mineral” pada 29 Desember 2023. Standar tersebut menggantikan acuan sebelumnya dan saat ini berstatus berlaku.
Dalam proses produksinya, air dapat melewati beberapa tahapan pengolahan untuk mengendalikan partikel, mikroorganisme, bau, dan parameter lain yang tidak diinginkan. Namun, konfigurasi pengolahan perlu disesuaikan agar karakter produk akhirnya tetap sesuai kategori air mineral.
Pabrik biasanya menggunakan kombinasi penyaringan, desinfeksi, tangki penyimpanan, pencucian kemasan, mesin pengisian, dan sistem pengemasan. Susunan mesin tidak dapat disamaratakan karena kondisi setiap sumber air berbeda.
2. Air Demineral
View this post on Instagram
Air demineral adalah air yang telah melalui proses pemurnian untuk mengurangi kandungan mineral atau ion terlarut di dalamnya. Produk ini mengacu pada SNI 6241:2023 beserta Ralat 1 Tahun 2024 yang sama-sama berstatus berlaku.
Salah satu teknologi yang umum digunakan dalam proses demineralisasi adalah Reverse Osmosis. Teknologi tersebut menggunakan membran untuk membantu memisahkan zat terlarut, mineral, dan kontaminan tertentu dari air.
Hasil pengolahan perlu dipantau karena proses demineralisasi tidak hanya bertujuan membuat air terlihat jernih. Produk tetap harus memenuhi parameter keamanan dan mutu yang dipersyaratkan.
Perusahaan yang ingin membangun lini produksi air demineral dapat mempertimbangkan penggunaan mesin Reverse Osmosis dengan kapasitas dan konfigurasi yang disesuaikan berdasarkan hasil pengujian air baku.
3. Air Mineral Alami
Air mineral alami berbeda dari air mineral biasa. Perbedaannya terutama terletak pada asal sumber dan upaya mempertahankan karakter mineral alami dari sumber tersebut.
Kategori ini mengacu pada SNI 6242:2023. Dalam katalog BSN, standar tersebut tercatat dengan judul “Air mineral alami” dan berstatus berlaku.
Pemilihan sumber menjadi bagian yang sangat penting dalam produksi air mineral alami. Perusahaan perlu memeriksa kondisi geologi, perlindungan sumber, stabilitas mutu air, debit, serta potensi pencemaran di sekitarnya.
Teknologi pengolahan yang dipilih juga harus mempertimbangkan karakter alami produk. Pengolahan yang terlalu agresif dapat mengubah komposisi air sehingga hasil akhirnya tidak lagi sesuai dengan kategori yang direncanakan.
Oleh sebab itu, studi sumber air dan pengujian laboratorium perlu dilakukan sebelum pembangunan pabrik dimulai.
4. Air Minum Embun
Air minum embun merupakan produk yang diperoleh melalui proses pengembunan atau kondensasi uap air. Air yang terkumpul selanjutnya diproses dan dikendalikan mutunya agar aman dikonsumsi.
Jenis AMDK ini mengacu pada SNI 7812:2021. Katalog resmi BSN mencatat standar tersebut dengan judul “Air minum embun” dan status berlaku.
Karena sumbernya berasal dari uap air di udara, proses produksi air minum embun berbeda dari pabrik yang menggunakan mata air, sumur, atau air permukaan. Sistem produksi memerlukan peralatan yang mampu menangkap kelembapan, melakukan kondensasi, serta menjaga kualitas air yang dihasilkan.
Kondisi udara, kebersihan alat, suhu, kelembapan, dan lingkungan produksi perlu dikendalikan. Setelah dikumpulkan, air tetap harus melewati pemeriksaan dan pengolahan sesuai kebutuhan sebelum dikemas.
5. Air Minum pH Tinggi
Air minum pH tinggi merupakan AMDK yang memiliki tingkat pH lebih tinggi dibandingkan air minum pada umumnya. Produk ini mengacu pada SNI 8982:2021 yang ditetapkan BSN pada 16 Juli 2021 dan masih berstatus berlaku.
BPOM mendefinisikan air minum pH tinggi sebagai AMDK yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu, dengan atau tanpa penambahan mineral, dengan atau tanpa penambahan oksigen, memiliki pH tinggi, serta aman dikonsumsi.
Artinya, kategori ini tidak dapat ditentukan hanya dengan menaikkan angka pH. Produsen tetap perlu memperhatikan kandungan mineral, keamanan produk, kestabilan pH, proses produksi, dan hasil pengujian laboratorium.
Sejak 21 April 2025, BPOM juga mewajibkan sertifikat SNI dalam proses registrasi produk air minum pH tinggi. Produk tersebut masuk dalam kategori pangan olahan dengan risiko menengah tinggi.
Baca di sini: Apakah Ada Bahaya Air pH Tinggi? Ini 7 Fakta Pentingnya!
View this post on Instagram
Tabel Perbedaan Lima Jenis
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut:
| Jenis AMDK | Standar | Karakter Utama |
|---|---|---|
| Air Mineral | SNI 3553:2023 | Mengandung mineral dalam jumlah tertentu |
| Air Demineral | SNI 6241:2023 | Kandungan mineralnya dikurangi melalui pemurnian |
| Air Mineral Alami | SNI 6242:2023 | Mempertahankan karakter mineral alami dari sumber |
| Air Minum Embun | SNI 7812:2021 | Berasal dari proses kondensasi uap air |
| Air Minum pH Tinggi | SNI 8982:2021 | Memiliki pH tinggi dan kandungan mineral tertentu |
Tabel tersebut memberikan gambaran awal. Penetapan kategori produk tetap harus didasarkan pada dokumen standar, hasil pengujian, serta proses produksi yang digunakan.
Dampaknya bagi Pemilik Pabrik
Kesalahan menentukan kategori AMDK dapat berdampak pada pemilihan mesin, desain proses, pengujian, sertifikasi, hingga label produk. Misalnya, sistem yang sesuai untuk air demineral belum tentu tepat untuk mempertahankan karakter air mineral alami.
Produsen juga perlu memperhatikan proses desinfeksi. BPOM mewajibkan hasil uji bromat untuk air mineral dan air demineral yang diproses menggunakan ozonisasi sebagai bagian dari persyaratan registrasi AMDK.
Oleh karena itu, sebelum membeli mesin, perusahaan sebaiknya melakukan langkah berikut:
- Menguji air baku secara lengkap.
- Menentukan kategori produk.
- Mempelajari standar yang berlaku.
- Menyusun diagram proses produksi.
- Memilih teknologi pengolahan.
- Menyiapkan laboratorium dan pengendalian mutu.
- Menyesuaikan label dengan jenis produk.
Informasi mengenai tahapan produksinya dapat dipelajari melalui artikel proses produksi air minum dalam kemasan.
Tentukan Produk Bersama TAN
Standar SNI AMDK 2023 menunjukkan bahwa setiap jenis air minum kemasan memerlukan pendekatan yang berbeda. Sumber air yang baik belum tentu menghasilkan produk sesuai standar apabila teknologi, mesin, dan pengendalian mutunya tidak dirancang dengan tepat.
PT Tanindo Anugerah Nusantara menyediakan layanan konsultan pabrik air minum dalam kemasan untuk membantu pengujian awal, perencanaan fasilitas, pemilihan teknologi, instalasi mesin, hingga persiapan operasional pabrik.
Hubungi TAN untuk mendiskusikan jenis produk dan sistem pengolahan air yang sesuai dengan rencana bisnis Anda.
WhatsApp +6282117575575
FAQ
Apa Saja Jenis AMDK?
Jenis AMDK yang termasuk dalam pemberlakuan SNI wajib adalah air mineral, air demineral, air mineral alami, air minum embun, dan air minum pH tinggi.
Apakah Semua Menggunakan SNI 2023?
Tidak. Air mineral, air demineral, dan air mineral alami menggunakan SNI tahun 2023. Air minum embun dan air minum pH tinggi menggunakan SNI tahun 2021.
Apa Perbedaan Air Mineral dan Demineral?
Air mineral mengandung mineral dalam jumlah tertentu, sedangkan air demineral telah melalui pemurnian untuk mengurangi sebagian besar kandungan mineral atau ion terlarut.
Apakah Mesin Produksinya Sama?
Tidak selalu. Mesin dan tahapan pengolahan harus disesuaikan dengan sumber air, hasil pengujian, kapasitas pabrik, serta kategori produk yang akan diproduksi.
Kapan Jenis Produk Ditentukan?
Jenis produk sebaiknya ditentukan sebelum pembelian mesin dan pembangunan fasilitas. Dengan begitu, teknologi dan alur produksi dapat dirancang sesuai standar yang dituju.









